Wamen ESDM Resmikan Pilot Project PJU Pintar Di Surakarta

27 Jan 2014

Disela-sela acara peresmian Pilot Proyek Penerangan Jalan Umum Pintar di Surakarta, Wakil Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral, Susilo Siswoutomo menyerahkan 400 lampu LED sebanyak 400 buah kepada lima perwakilan dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Surakarta. Penyerahan bantuan lampu hemat energy ini diharapkan dapat menimbulkan semangat kepada masyarakat khususnya insan pendidikan untuk lebih arif menggunakan energy.

Peresmian Penerangan Jalan Umum  (PJU) pintar  dilakukan di Pendhapi Gede Balaikota Surakarta Jumat (24/1). Adapun PJU Pintar di enam kota yaitu Jakarta, Bandung, Surakarta, Denpasar, Bengkulu dan Sleman serta Jembatan Suramadu.

PJU pintar adalah teknologi yang dapat mengontrol kinerja PJU secara terpusat termasuk meredupkan cahaya lampu sesuai kebutuhan dan mudah sehingga lebih hemat energi. Periode peredupan tersebut adaptif terhadap waktu dan cuaca, dalam arti ketika periode tengah malam saat kendaraaan berkurang maka lampu akan meredup namun jika terjadi hujan lebat maka sistem PJU akan menormalkan kembali tingkat pencahayaan lampu secara otomatis. Proyek percontohan ini merupakan komitmen Kementerian ESDM dalam membantu penghematan energi di daerah.

“Percontohan ini membuktikan keandalan teknologi PJU pintar dalam meningkatkan efisiensi melalui peredupan atau dimming sesuai kebutuhan serta mencegah rugi daya non teknis,”ujar Kepala Badan Litbang ESDM, F.X. Sutijastoto seperti yang dilansir dari situs resminya.

Saat ini banyak teknologi konservasi energi yang ditawarkan namun perlu diuji terlebih dahulu keandalannya. Sementara itu, Kementerian ESDM melalui Badan Litbang ESDM sedang mempelajari penanganan teknologi PJU pintar di lapangan serta mempelajari sistem pengelolaan penghematan energi di PJU dengan menggunaan PJU pintar. Kajian yang dilakukan menyimpulkan penghematan energi di PJU dapat dilakukan melalui 4 tahapan proses yaitu (1) melakukan meterisasi, (2) menggunakan lampu PJU yang hemat energi, (3) menggunakan perlengkapan luminer efisiensi tinggi; dan (4) menggunakan sistem kontrol cerdas yang dapat meredupkan daya lampu sesuai kebutuhan. Potensi penghematan energi mencapai 65%. Selain itu dikaji pola pengelolaan melibatkan swasta dengan tetap mengedepankan kepentingan publik.

Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo menjelaskan, pertumbuhan ekonomi dan penduduk akan terus meningkatkan kebutuhan energi di masa depan yang harus diimbangi dengan peningkatan pasokan dan upaya penghematan energi. Penghematan energi merupakan strategi yang paling efektif dan efisien bila dibandingkan harus menyediakan energi. “Namun, konservasi energi belum membudaya sepenuhnya dalam sendi-sendi perekonomian nasional,” katanya

Kategori Berita: