Visi Misi dan Lambang

5 Feb 2014

Visi dan Misi Kota Surakarta berdasarkan Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 10 Tahun 2001 tanggal 13 Desember 2001 adalah :

Visi :

Terwujudnya Kota Sala sebagai Kota Budaya yang bertumpu pada potensi Perdagangan, Jasa , Pendidikan, Pariwisata dan Olah Raga.

Misi:

  1. Revitalisasi kemitraan dan partisipasi seluruh komponen masyarakat dalam semua bidang pembangunan , serta perekatan kehidupan bermasyarakat dengan komitmen cinta kota yang berlandaskan pada nilai-nilai “Sala Kota Budaya”.
  2. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang memiliki kemampuan dalam pengusahaan dan pendaya gunaan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, guna mewujudkan inovasi dan integrasi masyarakat madani yan g berlandas kan ke-Tuhanan Yang Maha Esa.
  3. Mengembangkan seluruh kekuatan ekonomi Daerah, sebagai pemacu tumbuhan dan berkembangnya ekonomi rakyat yang berdaya saing tinggi, serta mendaya gunakan potensi pariwisata dan teknologi terapan yang akrab lingkungan.
  4. Membudayakan peran dan fungsi hukum, pelaksanaan Hak Asasi Manusia dan demokratisasi bagi seluruh elemen masyarakat, utamanya para penyelenggara pemerintahan

Lambang Daerah:

Arti Lambang :
Warna hijau berarti hidup, warna-warna putih, kuning, merah, dan hitam melukiskan nafsu diantara beberapa nafsu manusia. Semuanya berarti hidup harus dapat menguasai nafsunya.

Makna dari lukisan :

  1. Perisai mewujudkan lambang perjuangan dan perlindungan.
  2. Tugu lilin menyala melukiskan kebangunan dan kesatuan kebangsaan.
  3. Keris melambangkan kejayaan dan kebudayaan.
  4. Panah berarti selalu  waspada.
  5. Jalur mendatar berombak berarti Bengawan Sala.
  6. Bintang kanan kiri melukiskan bintang dilangit dan berarti kesejahteraan.
  7. Bambu runcing menggambarkan perjuangan rakyat.
  8. Kapas dan padi melukiskan pakaian dan makanan yang berarti : Do'a kearah kemakmuran
  9. Jumlah 6 dari daun, bunga dan buah kapas berarti bulan 6, jumlah 16 dari buah padi berarti tanggal 16
  10. Kain adalah hasil kerajinan terpenting dari Kota Besar Surakarta dan Sidomukti mengandung arti do'a keluhuran

Lukisan yang terdapat dalam lingkaran jorong merupakan surya sangkala memet:

  1. Anak panah diatas busur dengan bergerak, berarti " rinaras" dan berwatak enam.
  2. Air berarti "waudadi" atau "dadi" dan berwatak empat
  3. Mulai pangkal panah sampai ujung tugu merupakan bentuk lurus berarti " terus " dan berwatak sembilan
  4. Tugu lilin berarti "manunggal" dan berwatak satu

Secara lengkap berbunyi :  "RINARAS DADI TERUS MANUNGGAL" yang berarti tahun 1946

Solo kedepan adalah Solo masa lalu