Pesta Lampion di Langit Solo

30 Jan 2014

Rabu malam, halaman Benteng Vestenburg, Solo dipadati pengunjung. Mereka datang karena penasaran. Apa jadinya jika 1.000 lampion dilepaskan di langit mendung, sebagai puncak acara Solo Imlek Festival 2014.

Sebelum prosesi pelepasan dimulai, Walikota Solo Fx. Hadi Rudyatmo hadir di panggung utama, mengajak warga yang hadir menyanyikan lagu kebangsaan, Indonesia Raya, lalu berdoa bersama. Tak pelak, langit yang sebelumnya gelap berganti taburkan sinar dari lampion. Ini cara warga menyambut tahun baru China atau Imlek.

Selanjutnya, walikota bersama perwakilan tokoh masyarakat keturunan Tionghoa turun dari panggung untuk mengawali prosesi pelepasan lampion. Mereka masing-masing membawa satu lampion, menyalakan api, dan menerbangkannya. Ratusan pengunjung pun mengikuti. Mereka secara serentak menyalakan dan melepaskan lampion.

Banyaknya pengunjung, membuat panita membagi dalam beberapa kelompok. Masing-masing kelompok diberikan waktu 30 menit untuk melepaskan lampion. Salah satu pengunjung Fava Lia Maria rela membeli delapan lampion untuk dilepaskan pada malam ini. Menurutnya, berdasarkan keyakinan dari masyarakat Tionghoa, dengan melepas lampion diharapkan doa-doa serta harapan bisa sampai kepada Tuhan .

Panitia Bersama Imlek 2014, Sumartono Hadinoto mengatakan pihak panitia telah menyiapkan sekitar 1.000 lampion, dan habis.

Kategori Berita: