Dalam Sekejab, Dua Pasang Gunungan Ludes

15 Jan 2014

Ribuan warga Surakarta dan sekitarnya, berebut 2 pasang gunungan Sekaten di halaman Masjid Agung Keraton Surakarta Hadiningrat, Selasa (14/1) siang. Acara tahunan tersebut menandai puncak peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW yang digelar Keraton Surakarta, atau dalam tradisi keraton Jawa disebut Sekaten.

Puluhan ribu warga menyemut di depan Kraton, Alun-alun Utara hingga di depan Masjid Agung sejak pukul 08.00 WIB. Tak hanya warga Solo, mereka juga datang dari berbagai daerah, seperti, Klaten, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Lampung, Purwodadi, Magetan, Madiun dan Ngawi.

Wakil Pengageng Sasana Wilapa, Kanjeng Pangeran (KP) Winarnokusuma mengatakan ada dua macam gunungan yang dikeluarkan keraton. Yakni gunungan jaler (laki-laki) dan estri (perempuan). Gunungan jaler terdiri dari sayur hasil bumi, seperti kacang panjang, terong, wortel, cabai, sawo dan tomat.

"Kalau gunungan estri, berupa rengginang. Yaitu nasi yang dikeringkan dan aneka masakan lauk pauk. Kedua gunungan tersebut pertanda syukur dari raja kepada rakyatnya," ujar terangnya.

Prosesi gunungan diawali dari keraton Kasunanan. Dua pasang gunungan diarak oleh ratusan abdi dalem, dengan rute Kori Kamandungan-Sitihinggil-Pagelaran-Alun-alun Utara hingga halaman masjid. Iring-iringan dikawal oleh prajurit dan barisan marching band keraton.

Sesampai di masjid, gunungan didoakan oleh beberapa ulama keraton, dipimpin oleh KRT Pujo Dipuro. Usai didoakan ribuan warga merangsek ke halaman masjid, untuk berebut isi gunungan. Seperti perayaan Sekaten sebelumnya, dua pasang gunungan itu ludes diperebutkan ribuan orang yang sudah menanti sejak pagi di Masjid Agung Surakarta.(rdo)

Kategori Berita: