Griya Lilin Solo

27 Mar 2017

Di tangan Ekky Puji ibu rumah tangga asal Kelurahan Joyosuran Kecamatan Pasar Kliwon Kota Surakarta lilin yang berfungsi sebagai penerang dalam kegelapan menjadi barang yang bernilai tinggi. Pasalnya, lilin-lilin tersebut di buat souvenir dan lain sebagainya.

Usaha Ekky berbasis lilin diberi nama Griya Lilin Solo. Usaha kerajinan ini dimulai tahun 2010 silam. Awalnya pembuatan kerajinan berbahan lilin menjadi souvenir hanyalah iseng. Lantaran dirinya menyukai kerajinan yang kala itu dibuat oleh adik iparnya. Dari iseng kemudian menjadi ketagihan dan mulai mengembangkan kerajinan berbahan lilin tersebut.

https://youtu.be/vvdyjD4D1Oo

Seiring bertambahnya permintaan souvenir berbahan lilin, Ekky pun memberanikan diri keluar dari pekerjaannya di sebuah pabrik garmen. Tangan-tangan terampil mengolah lilin menjadi berbagai macam bentuk, seperti Ice Cream, Puding, Donat, Empek-empek, dan masih banyak lainnya. Kini Ekky dibantu ibu-ibu PKK di sekitar rumah dalam proses pengerjaan dalam menyelesaikan pesanan souvenir lilin.

Lilin-lilin tersebut dijual dengan harga bervariasi mulai dari dua ribu rupiah hingga ratusan ribu rupiah. Bahkan Ekky mengaku sering mendapatkan pesanan dari beberapa perusahaan roti dan hotel untuk membuatkan Dummy Food berbahan lilin.

Menurutnya, kendala dalam proses produksi lilin hias miliknya ini adalah ketersediaan bahan baku lilin yang tidak ada di Indonesia. Beberapa bahan tersebut harus diimpor dari Singapura dan Australia.